Selasa, 29 Oktober 2013

01. Kesadaran Berbudaya (Manajemen Budaya)

Kesadaran Berbudaya

Pariwisata dan budaya
-          Budaya dan Pariwisata terlihat seperti dua sisi mata uang.
-          Budaya menjadi jantung dari kepariwisataan dan dimana pariwisata diharapkan mampu berperan secara multi-dimensi.
-          Budaya dan pariwisata di Indonesia merupakan unifikasi sebagai akibat multikultural.
-          Visi pemerintah adalah mengupayakan budaya dan pariwisata Indonesia sebagai media persahabatan antar bangsa.
-          Visi ini tentunya dapat dicapai dengan melibatkan beragam pihak dengan pemahaman yang seimbang baik dari sisi wisatawan sebagai pengguna jasa maupun dari sisi tuan rumah sebagai penyedia jasa.

Asal Kata Budaya
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘buddhayah’ yang merupakan bentuk jamak dari ‘buddhi’ yang berarti budi atau sikap dan akal atau pemikiran manusia yang dimanfaatkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam bahasa Inggris, budaya disebut ‘Culture’ dan kebudayaan diterjemahkan menjadi ‘Cultural’, yang berasal dari bahasa Latin ’Colere’ yang berarti mengolah dan mengerjakan sesuatu menjadi hal yang berarti bagi kehidupan manusia.

Perbedaan antara Budaya dan Kebudayaan
Budaya bermakna cara hidup, tingkah laku, kepercayaan, nilai, kebiasaan, standar estetika, institusi sosial dan gaya komunikasi yang dikembangkan oleh sekelompok orang untuk mempertahankan hidup dalam lingkungan fisik dan kemanusiaan.
Dalam definisi klasik, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks di mana di dalamnya terdapat pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan dan kemampuan-kemampuan lain dan rutinitas lain manusia sebagai anggota masyarakat.


Beragam Pendekatan :
1.       Berdasarkan antropologi, kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kemudian dijadikan milik manusia yang membuatnya melalui proses belajar.
2.       Berdasarkan sosiologi, kebudayaan adalah seluruh kelakuan manusia yang diatur oleh tata kelakuan dan harus didapatkan melalui proses belajar yang tersusun dalam tata kehidupan manusia.
3.       Berdasarkan perilaku, kebudayaan adalah cara hidup, tingkah laku, keyakinan, nilai, adat istiadat, kebiasaan, standar estetika, gaya komunikasi, norma dan etika yang disepakati oleh sekelompok orang yang secara sepakat mengembangkan dan melestarikan keberadaannya, baik secara fisik maupun non-fisik.

Sifat Budaya :
1.       Fungsional
2.       Fenomenal sosial
3.       Perintah penggunaan
4.       Sebagai pelajaran
5.       Sekehendak hati
6.       Muatan Nilai dan Norma
7.       Adaptif dan dinamis
8.       Jangka panjang
9.       Kebutuhan kepuasan

Kebudayaan dan Masyarakat
Kebudayaan timbul karena manusia berinteraksi dengan manusia lain.Budaya dapat dipahami sebagai perbedaan antar kelompok manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan perbedaan yang muncul tersebut menggambarkan eksistensi budaya dalam masyarakat. Kebudayaan harus diteruskan dengan beragam cara:
a.       bicara,
b.      lihat,
c.       dengar atau lakukan.




Wujud Kebudayaan
1.       Budaya Material: Artifak (Karya)
Wujud budaya fisik dari hasil perbuatan dan karya yang bersifat konkret, dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan.
2.       Budaya Non-material: Ciptaan yang abstrak
a.       Gagasan (Wujud Ideal)
Ide, gagasan, nilai, norma, peraturan yang tidak dapat diraba atau disentuh dan ada dalam kepala atau pemikiran warga masyarakat.
b.      Aktivitas (Tindakan)
Pola manusia dalam bermasyarakat – sistem sosial berupa adat, tata kelakuan yang bersifat konkret dalam kehidupan sehari-hari.


Unsur-Unsur Budaya

1.       Sistem peralatan dan perlengkapan kehidupan
2.       Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi
3.       Sistem kemasyarakatan: kekerabatan dan organisasi sosial
4.       Bahasa: verbal dan nonverbal
5.       Kesenian
6.       Sistem ilmu dan pengetahuan
7.       Sistem kepercayaan dan agama



Budaya Berubah Karena:

1.       Invention atau penciptaan
2.       Discovery atau penemuan
3.       Difusi
4.       Akulturasi
5.       Akumulasi
6.       Asimilasi
7.       Modernisasi
8.       Inovasi

Manfaat Memahami Lintas Budaya:
1.       dapat menciptakan keselarasan dan rasa saling menghargai antar manusia.
2.       membuat manusia menghormati perbedaan dan saling bertoleransi.
3.       memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang tentang orang lain.
4.       menjadi media persahabatan antara bangsa
5.       menciptakan keseimbangan dan harmonisasi.
Rangkuman:
1.       Budaya adalah segala sesuatu yang mencakup pola tingkah laku dan pola berpikir manusia di mana dapat berwujud dan tidak berwujud, dibentuk dalam beragam lapisan-lapisan, baik eksplisit maupun implisit.
2.       Pendukung kebudayaan bukan manusia seorang diri tetapi juga masyarakat seluruhnya.
3.       Dinamika lintas budaya dapat terjadi melalui penciptaan, penemuan, inovasi, modernisasi, akulturasi, akumulasi, asimilasi dan difusi.

Dosen : Ismayanti (©maya.syahrial 2013)

Jumat, 25 Oktober 2013

Lingkungan Bisnis Hotel (Manajemen Perhotelan-03)

Lingkungan Bisnis Hotel

1.       Lingkungan Mikro :
a.       Pemilik :
Pemilik Bisa seorang investor atau pemegang saham dan juga jajaran direksi, sangat memiliki pengaruh besar dalam lingkungan hotel karena jika terjadi perselisihan antara pemegang saham dan direksi hal tersebut menyebabkan gangguan internal pada operasional hotel dan dapat menyebabkan gangguan langsung.
b.      Konsumen :
Seorang konsumen akan menilai langsung mengenai pelayanan dan kepuasan yang di dapatkan dari hotel. Hal ini memiliki pengaruh besar terhadap citra hotel di mata konsumen maupun calon konsumen karena jika konsumen puas maka ia akan memberitahukan kepada teman dan orang sekelilingnya dan merokendasikan hotel tersebut, begitupun sebaliknya jika ia merasa kurang puas maka dia akan melakukan hal yang sama.
c.       Pemasok :
Pemasok adalah perusahaan atau unit usaha yang memasukan bahan baku dan bahan setengah jadi kehotel. Hubungan yang buruk dengan pemasok menyebabkan pemasokan bahan baku dan bahan setengah jadi menjadi terhambat dan menggangu operasional karena tidak tersedianya bahan yang dapat diolah menjadi produk konsumsi, begitupun sebaliknya jika hubungan baik maka pasokan bahan baku menjadi lancar dan operasional hotel pun berjalan baik dan sesuai rencana.
d.      Assosiasi / PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)
Assosiasi memiliki peran sebagai penengah dan pembaut kebijakan yang akan di terapkan kepada setiap anggotanya agar menjaga stabilitas persaingan yang sehat dan terjalin kerjasama antar hotel dan pengusaha.


2.       Lingkungan Makro :
a.       Pemerintah :
Kondisi yang terjadi seperti Inflasi menyebabkan pengaruh tidak langsung terhadap kegiatan bisnis perhotelan. Karena dengan adanya inflasi maka harga bahan baku meningkat dan menyebabkan hotel kehilangan laba akibat kenaikan bahan baku dan bahan setengah jadi. Dan kebijakan yang diciptakan oleh pemerintah dapat memiliki pengaruh baik dan buruk bagi hotel, seperti penetapan UMR yang tinggi menyebabkan pengeluaran hotel meningkat, dan penetapan devisa yang besar kepada turis asing dapat menyebabkan berkurangnya jumlah turis yang berkunjung ke indonesia dan berdampak pada menurunnya occupancy rate hotel.
b.      Politik :
Kondisi Politik yang memanas dapat menyebabkan demo, hal tersebut berdampak pada hilangnya minat turis asing berkunjung ke negara dengan kondisi yang tidak kondusif.
c.       Kompetitor :
Persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat pun menciptakan situasi di mana jumlah penawaran lebih besar dari permintaan, yang menyebabkan occupancy rate hotel menjadi rendah karena jumlah konsumen tersebar.
d.      Sosial Budaya :
Hotel harus mengikuti peraturan sosial dan budaya yang ada di masyarakat, selain itu budaya yang terjadi di masyarakan pun memiliki pengaruh terhadap bisnis perhotelan. Contohnya jika di musim lebaran maka occupancy rate hotel akan rendah hal ini di sebabkan aktifitas perekonomian mengalami penurunan karena sebagian masyarakat Mudik Lebaran.
e.      Ekonomi :
Penurunan ekonomi berdampak pada aktifitas bisnis yang menurun pula hal ini berdampak pada berkurangnya pebisnis dalam dan luar negeri yang menggunakan jasa perhotelan.
f.        Teknologi :
Kemajuan teknologi berdampak pada kemudahan pebisnis hotel untuk mempromosikan fasilitas dan jasa. Dan juga mempermudah konsumen untuk melakukan reservasi.



Dosen : Sukowi

STRUKTUR ORGANISASI HOTEL INTERNATIONAL (Manajemen Perhotelan-02)




Tugas  dan Tanggung Jawab :
1.       GENERAL MANAGER :
a. Bertanggung jawab terhadap operasional
b. Membuat Perencanaan.
c.  Menciptakan budaya.
d. Menjalin komunikasi dengan perusahaan lain.
e. Membuat keputusan.


2.       Secretary :
a. Membuat agenda kegiatan GM.
b. Menyimpulkan hasil rapat.
c.  Membuat laporan hasil kegiatan.

3.       Assistant Executive :
a.       Menjalankan perintah yang di sampaikan oleh General Manager dan selanjutnya meneruskan kepada Manager.
b.      Executive Assistant Manager, bertanggungjawab kepada General Manager.
c.       Menyampaikan laporan yang dibuat oleh para Manager.
d.      Mengambil alih tugas General Manager apabila sewaktu-waktu General Manager berhalangan.

4.       Residence Manager :
a. Mengepalai semua manager lini pertama.
b. Mengawasi dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan manager lini pertama.
c.  Menentukan target yang harus dicapai oleh setiap departemen.

Tugas dan Tanggung jawab Manager Lini Pertama :

1.       Marketing Director :
a. Membuat strategi pemasaran dan penjualan.
b. Bertanggung jawab atas publikasi atau periklanan hotel.
c.  Memperkenalkan hotel dan fasilitasnya sekaligus melakukan kotrak kerjasama kepada calon pengguna jasa hotel.
d. Memastikan penjualan kamar memenuhi target.
e. Juga bertanggungjawab dalam mempertahankan hubungan dengan para pelanggan.

2.       Chief Enginering :
a. Bertanggung jawab untuk memperbaiki dan menjaga peralatan dan fasilitas hotel.
b. Membuat laporan mengenai perbaikan atau pembaharuan fasilitas dan peralatan hotel.

3.       Human Resource Departement Director (HRD Director) :
a. Bertanggung jawab terhadap semua administrasi karyawan.
b. Melakukan perekrutan karyawan.
c.  Membuat program pengembangan ketrampilan karyawan.
4.       Front Office Manager (FO Manager) :
a. Bertanggung jawab terhadap semua aktifitas di Front Office.
b. Mengoptimalkan dan memaksimalkan occupancy rate hotel.
c.  Membuat laporan kamar check in dan check out, dan reservasi.
d. Menjual kamar, tugas ini antara lain menerima pemesanan kamar, menangani tamu yang tanpa pemesan kamar, melaksanakan pendaftaran, dan penentuan kamar.
e. Memberikan informasi tentang pelayanan hotel.
f.  Mengkoordinir pelayanan tamu, antara lain sebagai penghubung antara bagian-bagian di hotel menangani berbagai masalah dan keluhan tamu.
g. Menyusun laporan status kamar dan mengkoordinasikan penjualan kamar dengan bagian house keeping.
h. Menyelenggarakan pembayaran tamu.
i.   Menyusun riwayat kunjungan tamu antara lain melakukan pencatatan data-data individu untuk kunjungan akan datang, dan menyelenggarakan arsip kartu riwayat kunjungan tamu.
j.   Menangani telephone switch board, telex, dan telegram.
k. Menangani barang-barang bawaan tamu.


5.       Food and Beverage Manager (F&B Manager) :
a. Bertanggung jawab atas pengelolaan makanan dan minuman.
b. Membuat laporan pemakaian bahan baku / F&B cost.
c.  Menciptakan menu baru yang inovative.

6.       Accounting Manager :
a. Bertanggung jawab atas semua pendataan atau pengadministrasian transaksi dan keuangan.
b. Membuat laporan transaksi dan keuangan hotel.
c.  Mengawasi dan menjaga semua kegiatan transaksi.

7.       Chief Security :
a. Bertanggung jawab atas keamanan hotel.
b. Menghalau gangguan keamana dari dalam atau dari luar hotel.

8.       Executive House Keeping (Executive HK):
a. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan fasilitas hotel.
b. Membersihkan dan merapikan kamar yang telah digunakan oleh tamu sesegera mungkin setelah tamu check-out.
c.  Melaporkan kepada FO apabila kamar telah siap dijual.




Dosen : Sukowi

Sejarah Dan Jenis Hotel (Manajemen Perhotelan-01)

Sejarah dan Jenis Hotel

1.       Sejarah Hotel
a.       Sebelum Masehi dinamakan Inn
b.      Pada jaman Roman Catholic dinamakan Church / Hospice
c.       Pada jaman midle age dinamakan English inn / Tavern
d.      Pada abad ke-20 barulah dinamakan Hotel

2.       Jenis jenis hotel berdasarkan pendekatan :
a.       Lokasi terdiri dari      :
1.       City Hotel
2.       Resort Hotel (Beach/Montain)
3.       Transient
b.      Jenis Tamu                  :
1.       Business
2.       Family
3.       Youth
c.       Bentuk bangunan    :
1.       Hotel
2.       Motel
3.       Cottage
4.       Villa
5.       Bungalow
6.       Wisma (untuk karyawan)
d.      Jumlah kamar            :
1.       Large (Lebih Dari 300 Kamar)
2.       Medium (100 s.d 300 Kamar)
3.       Small (Kurang Dari 100 Kamar)
e.      Fasilitas                        :
1.       Hotel bintang
2.       Hotel non bintang/melati

3. Hospitality Industry
                Bidang pariwisata / hotel merupakan industri jasa keramahtamahan (service) yang mempunyai karakter sebagai berikut:
a.       Intangible (tak teraga) artinya tidak bisa dilihat, diraba tapi bisa dinikmati. Seperti kepuasan.
b.      Perishability artinya tidak bisa disimpan dan mudah rusak, sekali melakukan kesalahan maka tidak bisa di perbaiki.
c.       Inconsistency artinya pelayanan itu tidak tetap atau tidak sama satu antara lainnya dan sulit untuk menentukan standart bakunya.
d.      Simultant between produce and consume artinya produksi dibuat saat ingin dikonsumsi dan langsung di konsumsi saat itu juga.



Dosen : Sukowi

Kamis, 24 Oktober 2013

Perencanaan (Pengantar Manajemen-05)

Perencanaan
1.       Menurut Hani Handoko:
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya, apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
2.       Menurut Stooner :
Rencana itu perlu dilakukan dengan Metode dan Strategi (kapan, bagaimana, oleh siapa).
3.       Menurut harold koontz dan Cyrit Ooonel :
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan kebijakan, prosedur, program, dari alternatif yang ada.
4.       Menurut Louis A. Allen:
Perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Apabila dikaitkan dengan fungsi fungsi yang lainnya, maka fungsi perncanaan merupakan dasar pokok dari semua fungsi fungsi manajemen. Selanjutnya agar dalam menyusun perencanaan itu mantap, maka sebelumnya harus dapat di jawab pertanyaan pertanyaan yang dapat disebut prinsip “ 5W1H”, yaitu:

-          What
Apa yang akan dikerjakan itu dan tujuannya?
-          Why
Mengapa Harus dikerjakan?
-          When
Kapan / Bilamana akan dikerjakan?
-          Where
Dimana harus dikerjakan?
-          Who
Siapa yang akan mengerjakan?
-          How
Bagaimana mengerjakannya?








Manfaat Perencanaan

1.       Mendorong pola berpikir yang sistimatis dari manajemen.
2.       Penuntun koordinasi atas kegiatan perusahaan dengan lebih baik.
3.       Penuntun pengembangan tolak ukur untuk pengendalian.
4.       Memungkinkan perusahaan memperjelas sasaran dan kebijakaanya.
5.       Memungkinkan adanya kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap perkembangan yang tiba tiba.
6.       Memberikan satu pengertian yang lebih gamblang kepada eksekutif mengenai tanggung
Jawab diantara mereka dan hubungannya satu sama lain.


Perkembangan Perencanaan Formal Dalam Organisasi
                Sistem perencanaan cenderung bergerak melalui tahap tahap yang terdiri dari:
1.       Tahap tak berencana.
2.       Tahap sistem penganggaran.
3.       Tahap perencanaan tahunan.
4.       Tahap perencanaan jangka panjang.
5.       Tahap perencanaan strategik.




TAHAP TAHAP DASAR PERENCANAAN :
Pada dasarnya bahwa semua kegiatan perencanaan sekurang-kurangnya perlu melalui 4 Tahap kegiatan, yaitu:
1.       Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan
      Bahwa perencanaan baru dimulai dengan menetapkan keputusan keputusan tentang kebutuhan dan keinginan oranisasi yang akan dicapai.

2.       Merumuskan keadaan saat ini.
      Perumusan tentang keadaan saat ini didasarkan pada posisi perusahaan pada saat ini didasarkan pada posisi perusahaan pada saat ini dan tujuan yang hendak dicapai berdasarkan sumber daya yang tersedia.
      Kondisi yang dihadapi perusahaan perlu di analis secara mendalam untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.
      Disamping itu, pada tahap ini sangant diperlukan  data dan informasi yang di dapat melalui komunikasi internal organisasi.

3.        Mengindetifikasi segala kemudahan dan habatan.
      Pada umumnya setiap perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan dimana hal tersebut perlu diidentifikasi secara rinci dan obyektif untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.


4.       Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.




Dosen : Marius P. Angipora

Sejarah Perkembangan Manajemen (Pengantar Manajemen-04)

Sejarah Perkembangan Manajemen

1.       Menurut Stephen P Robbins, ada 2 kejadian penting yang merupakan tonggak sejarah perkembangan ilmu manajemen:
A.      Pada tahun 1776, Adam Smith menerbitkan karyanya yang berjudul The Wealth of Nation, dimana dalam tulisan itu ia menggagas manfaat yang dapat diperoleh organisasi dan masyarakat pada umumnya dari penerapan pembagian kerja (division of labor) atau spesialisasi kerja yaitu, pemisah-misahan tugas dan tanggungjawab ke dalam bidang bidang yang sempit dan khusus, serta dilakukan secara berulang-ulang.
B.      Revolusi Industri, dimulai pada akhir abad ke-18, ketika tenaga mesin telah menggantikan tenaga manusia,perusahaan mendapat bahwa lebih ekonomis untuk memproduksi barang di pabrik ketimbang di rumah. Maka pabrik pabirk besar membutuhkan tenaga manusia untuk meramal permintaan barang, dan mengatur organisasi dalam kegiatan harian pabrik. Atas dasar inilah pengelola organisasi membutuhkan acuan teori-teori formal sebagai panduan menjalankan organisasi secara efektif. Namun baru pada tahun 1900-an baru dikembangkan teori teori semacam itu.


2.       PENDEKATAN KLASIK
Pendekatan klasik adalah kajian awal manajemen yang berfokus pada rasionalitas dan berusaha menjadikan organisasi dan para pekerja berfungsi seefisien mungkin.
Dua Teori utama Pendekatan Klasik, yaitu:
A.      Manajemen ilmiah
Menurut Frederick W. Taylor Manajemen Ilmiah adalah Penggunaan metode metode Ilmiah guna mendefinisikan satu cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Prinsip Prinsip Manajemen Ilmiah Taylor:
1.       Mengembangkan sebuah pendekatan ilmiah untuk tiap tiap unsur dalam sebuah pekerjaan untuk menggantikan metode lama yang didasarkan pada kebiasaan.
2.       Secara ilmiah memilih pekerjaan yang paling tepat,kemudian melatih, mendidik, dan membina pekerjaan tersebut.
3.       Bekerja sama secara bersungguh sungguh dengan para pekerja demi memastikan bahwa mereka menjalankan semua tugas sesuia dengan aturan aturan kerja yang telah dikembangkan secara ilmiah.
4.       Membagi beban kerja dan bertanggung jawab secara hampir merata diantara manajemen dengan para pekerja. Para manajer harus mengerjakan tugas tugas yang memang lebih cocok untuk dikerjakan oleh pihak manajemen perusahaan.

B.      Teori Administrasi umum
Teori Administrasi umum adalah teori yang lebih menitikberatkan pada apa yang dikerjakan seorang manajer dan praktik-praktik manajemen yang baik.
Henri Fayol mengembangkan 14 prinsip manajemen, yaitu aturan aturan dasar manjemen yang dapat diterapkan pada segala bentuk organisasi dan diajarkan pada sekolah sekolah.
Empat belas prinsip manajemen FAYOL:
1.       Pembagian Kerja
2.       Kewenangan
3.       Disiplin
4.       Kesatuan perintah
5.       Kesatuan arahan
6.       Penundukan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum
7.       Remunerasi (imbalan jasa)
8.       Pemusatan
9.       Rantai skalar (garis kewenangan manajer puncak hingga pekerja terbawah organisasi merupakan rantai skalar/rantai komando)
10.   Keteraturan
11.   Keselayakan (para manajer harus bersikap secara pantas dan adil kepada bawahannya)
12.   Kestabilan posisi dan jabatan karyawan
13.   Inisisatif
14.   Semangat kerja atau semangat kekeluargaan (esprit de corps)

Max Weber mengembangkan teori mengenai struktur otoritas yang disebut BIROKRASI, yaitu suatu bentuk organisasi yang dicirikan adanya pembagian kerja (division of labor)yang jelas, hierarki kepemimpinan yang tegas,arahan-arahan dan aturan-aturan yang lugas, secara individu yang tidak bersifat pribadi. Birokrasi ala Weber harus bercirikan :
1.       Pembagian kerja
2.       Hierarki kewenangan
3.       Pemilihan formal
4.       Arahan dan peraturan formal
5.       Impersonalitas
6.       Orientasi karier

3.       PENDEKATAN KUANTITIF
Pendekatan kuantitif adalah penggunaan teknik teknik kuantitif untuk membantu proses pengambilan keputusan atau biasa di sebut manajemen sains. Pendekatan ini meiibatkan penggunaan statiskita, model-model optimasi,model-model informasi,simulasi komputer, dan berbagai teknik kuantitif lainnya dalam aktifitas manajemen.

Manajemen mutu total adalah sebuah flsafah manajemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya upaya perbaikan secara terus menerus dan kemampuan dengan cepat menjawab berbagai kebutuhan dan harapan pelanggan.

4.       PENDEKATAN PRILAKU
Perilaku organisasi adalah bidang studi yang khusus mempelajari secara mendalam tindakan-tindakan / prilaku orang bekerja dalam sebuah organisasi.








5.       PENDEKATAN KONTEMPORER
Pendekatan kontemporer adalah ilmu manajemen yang mempelajari hal-hal yang terjadi di lingkungan  di luar batas organisasi. Pendekatan Manajemen Kontemporer terdiri dari dua teori yaitu:
a.       Teori Sistem
Teori sistem adalah salah satu teori dasar di dalam ilmu fisika, yang di masa lampau belum pernah di terapkan di dalam organisasi-organisasi manusia. Teori sistem ini tebagi dua, yaitu:
1.       Sistem tertutup, adalah sebuah sistem yang tidak dipengaruhi dan tidak pula berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
2.       Sistem terbuka, adalah sistem yang dipengaruhi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
b.      Pendekatan situasional
Pendekatan situasional adalah cara bagi sebuah organisasi untuk mengahadapi atau mengatisipasi situasi-situasi yang berbeda yang membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda pula.
Variabel variabel situasional yang populer menurut Stephen P Robbins:
1.       Ukuran organisasi.
2.       Teknologi untuk pekerjaan pekerjaan rutin.
3.       Ketidakpastian lingkungan.
4.       Perbedaan-perbedaan Individu.



 Dosen : Marius P Angipora

Lingkungan Manajemen ( Pengantar Manajemen-03)

Lingkungan Manajemen

Lingkungan manajemen adalah berbagai pengaruh yang bersumber dari dalam dan luar perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi aktifitas manajemen di dalam usaha mencapai tujuan.
1.        Faktor yang mempengaruhi lingkungan
a.       Menurut Griffin:
1.       Internal, meliputi:
A.      Karyawan
B.      Manajemen
C.      Direksi atau pemegang saham
D.      Modal dan peralatan fisik
E.       Informasi .
2.       Eksternal, terbagi 2 yaitu:
A.      Khusus, meliputi:
1.       Konsumen
2.       Pemasok
3.       Kreditur
4.       Pesaing
B.      Umum, meliputi:
1.       Kondisi ekonomi
2.       Kondisi hukum
3.       Kondisi sosial
4.       Kondisi demografi (kependudukan)
5.       Teknologi informasi
6.       Globalisasi

b.      Menutur , Chuck Williams:
1.       Lingkungan eksternal Mikro, terdiri dari:
A.      Pelanggan
B.      Pesaing
C.      Pemasok
D.      Perwakilan pemerintah
E.       Lembaga keuangan
2.       Lingkungan eksternal Makro, terdiri dari:
A.      Ekonomi
B.      Teknologi
C.      Politik dan Hukum
D.      Sosial Budaya
3.       Lingkungan yang berubah, terdiri dari:
A.      Perubahan Stabil, adalah perubahan lingkungan yang berjalan lambat.
B.      Perubahan Dinamis, adalah perubahan yang terjadi dimana angka perubahan lingkungan adalah cepat.

c.       Menurut Stephen P Robbins:
1.       Lingkungan Eksternal, terdiri dari:
A.      Lingkungan Spesifik, yaitu kekuatan eksternal yang membawa dampak langsung terhadap pengambilan keputusan dan tindakan oleh para manajer dan secara langsung relevan dengan pencapaian sasaran organisasi.
B.      Pelanggan
C.      Pemasok
D.      Pesaing
E.       Kelompok kepentingan, seperti: Assosiasi pekerja, Assosiasi Pengusaha.
2.       Lingkungan umum, terdiri dari:
A.      Kondisi Ekonomi
B.      Politik dan Hukum
C.      Sosial budaya
D.      Demografi (kependudukan)
E.       Teknologi
F.       Kondisi global

LINGKUNGAN GLOBAL

                Lingkungan global adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan untuk melakukan bisnis global untuk menjual barang dan jasa guna mencapai tujuan perusahaan.
1.       Aliansi Perdagangan Regional
A.      Uni Eropa (EU)
Uni Eropa adalah sebuah organisasi antar-pemerintah dan supra-nasional, yang terdiri dari negara-negara Eropa, yang sejak 01 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota.
B.      North America Free Trade Agreement (NAFTA)
Perjanjian perdagangan bebas Amerika utara adalah sebuah organisasi yang terdiri dari negara negara Amerika utara. Organisasi ini didirikan pada 1994 oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
C.      Association of South East Asian Nation (ASEAN)
Merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 08 Agustus 1967 melalui deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filliphina, Singapura, dan Thailand.
Dan masih banyak Aliansi perdagangan dunia lainnya.


2.       Organisasi Perdagangan Dunia
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu satunya badan international yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. Didirikan pada 01 Januari 1995.
Fungsi dan Tujuan WTO yaitu:
a.       Mendukung pelaksanaan, pengaturan, dan penyelenggaraan, persetujuan yang telah dicapai untuk mewujudkan sasaran perjanjian tersebut.
b.      Sebagai forum perundingan bagi negara-negara anggota mengenai perjanjian yang telah dicapai beserta lampiran-lampirannya.
c.       Mengatur pelaksanaan ketentuan yang ditentukan kemudian dalam perundingan tingkat menteri.
d.      Mengatur mekanisme peninjauan kebijakan perdagangan
e.      Menciptakan kerangka penetuan kebijakan Ekonomi Global bekerjasama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank), serta badan badan yang berafiliasi.
f.        Penyelsaian sengketa, hubungan dagang yang sering menimbulkan konflik-konflik kepentingan.

3.       Jenis Perusahaan Global
A.      Multi National Corporation (MNC) yaitu perusahaan yang memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Contohnya : Prudential Insurance (perusahaan jasa), Samsung Group (perusahaan barang), Coca-cola Company.
B.      Transnational Corporation (TNC) adalah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa lebih dari satu negara. Contohnya: Kimia Farma.tbk.





Dosen : Marius P Angipora