Tampilkan postingan dengan label Pengantar Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

10. Motivasi

MOTIVASI / MOTIVATION

Banyak istilah yang digunakan dala motivasi
-          Kebutuhan ( Needs )
-          Desakan ( Urge )
-          Keinginan ( Wish )
-          Dorongan ( Drive )
Pengertian
Menurut B. Berelson dan G.A. Steiner
                Sesuatu yang berada pada diri seseorang yang dapat mmendorong, mengaktifkan, menggerakan, dan atau menyalurkan prilaku seseorang tersebut.
Motivasi dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan pada khususnnya.
Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukannya.
Motivasi mengapa manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan yang disadari (consious Needs ) maupun kebutuhan yang tidak disadari ( unconscious Needs ). Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Peterson dan Flowman yang menyatakan bahwa orang mau bekerja karena :
1.       The desire to live yaitu keinginan untuk hidup merupakan keinginan utama dari setiap orang, manusia bekerja untuk dapat makan dan makan untuk dapat melanjutkan hidupnya.
2.       The desire for posession yaitu keinginan untuk memiliki sesuatu merupakan keinginan manusia yang kedua dan ini menjadi salah satu sebab mengapa manusia mau bekerja.
3.       The desire for power yaitu keinginan akan kekuasaan, merupakan keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki mendorong orang mau bekerja.
4.       Teh desire for recognetion yaitu keinginan akan pengakuan merupakan jenis terakhir dari kebutuhan dan juga mendorong orang untuk bekerja.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa setiap pekerja mempunyai motif atau Needs tertentu dan mengharapkan kepuasan dari pekerjaannya.
Kebutuhan kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja adalah:
1.       Kebutuhan fisik dan keamanan : menyangkut kepuasan kebutuhan fisik atau biologis, seperti makan, minum, tempat tinggal dan disamping kebutuhan akan rasa aman dalam menikmatinya.
2.       Kebutuhan Sosial : karena manusia tergantung satu sama lain, maka terdapat berbagai kebutuhan yang hanya bisa dipuaskan apabila masing masing individu ditolong atau diakui oleh orang lain.
3.       Kebutuhan Egoistik : ini berhubungan dengan kebutuhan orang untuk bebas, untuk mengerjakan sesuatu sendiri dan untuk puas karena berhasi menyelesaikannya.
Kepuasan kepuasan diatas ada yang dinikmati diluar pekerjaan, disekitar pekerjaan, dan lewat pekerjaan.
Asas Asas Motivasi :
Secara umum asas asas motivasi terbagi atas:
1.       Asas Mengikutsertakan
2.       Asas Komunikasi
3.       Asas Pengakuan
4.       Asas wewenang yang didelegasikan
5.       Asas perhatian Timbal Balik
Alat Alat Motivasi :
Alat alat motivasi (daya perangsang) yang diberikan kepada seseorang adalah:
1.       Materil Incentive : adala motivasi yang bersifat material sebagai hasil prestasi yang diberikannya.
Yang termasuk material incentive adalah upah, barang barang, dsb.
2.       Non Materil Incentive : adalah motivasi yang tidak berbentuk materil.
Yang termasuk non materil adalah:
a.       Penempatan yang tepat
b.      Latihan yang sitemativ
c.       Promosi yang objektif
d.      Pekerjaan yang terjamin
e.      Piagam penghargaan
f.        Bintang jasa
g.       Perlakuan yang wajar.


Dosen : Marius P Angipora

11. Controlling / Pengendalian (Manajemen,01)

Controlling/Pengendalian

Istilah controlling sering disebut dengan, Evaluating, Correcting, atau Appreising.
Sebutan controlling ini lebih banyak di gunakan karena lebih banyak mengandung konotasi yang mencakup:
a.       Penetapan standart
b.      Pengukuran kegiatan dan
c.       Pengambilan tindakan korektif
Fungsi controlling = pengendalian pada dasarnya merupakan fungsi terakhir dari proses manajemen.
Fungsi pengendalian berkaitan erat dengan fungsi perencanaan, karena kedua fungsi ini merupakan hal yang saling berkaitan, karena :
-          Fungsi pengendalian harus terlebih dahulu direncanakan.
-          Pengendalian hanya dapat dilakukan ada perencanaan / rencana.
-          Pelaksanaan rencana akan baik, jika pengendalian dilakukan secara baik.
-          Tujuan baru dapat diketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah pengendalian atau pengukuran dilakukan.
Pengertian :
Menurut Robert J. Mockler :
Pengawasan/pengendalian manajemen adalah suatu usaha sistimatik untuk penetapan standart pelaksanaan dengan tujuan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standart yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Menurut Harold Koontz
Pengendalaian adalah pengaturan dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawaan agar rencana rencana yang telah ditetapkan dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan dapat terselenggara.

Tipe Tipe Pengendalian :
Ada 3 tipe dasar pengendalian / pengawasan yaitu:
1.       Pengawasan pendahuluan.
2.       Pengawasan Concurrent ( pengawasan kegiatan sedang dilaksanakan).
3.       Pengawasan Umpan Balik.


Dosen : Marius P Angipora

Senin, 16 Desember 2013

09.Actuating/Pergerakan (Pengantar Manajemen)

Aktuating
(Penggerakan)

1.       Pengetian :
a.       Menurut G.R TERRY :
Aktuating adalah membuat semua kelompok agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha usaha pengorganisasian.

b.      Menurut Koontz dan O’donnel
Aktuating adalah hubungan antar aspek aspek indivudual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap sesuatu untuk dapat dimengerti dan pembagian pekerjaan yang efektif dan efisien untuk tujuan perusahaan yang nyata.
2.       Pokok pokok masalah yang akan dibahas dalam fungsi pergerakan ini adalah:
a.       Perilaku Manusia (Human Behavior)
b.      Motivasi (Motivation)
c.       Kepemimpinan (Leadership)
d.      Komunikasi (Communication)
e.      Hubungan Manusia (Human Relation)

A.      Prilaku Manusia (Human Behavior)
Keberhasilan pemimpin dalam menbina kejiwaan, menggerakan dan mendorong kegairahan kerja para bawahan perlu mamahami faktor faktor manusia dan prilaku manusia.
Untuk mengetahui dan memaham  masalah perilaku manusia diperlukan beberapa peranan dan berbagai disiplin ilmu:
a.       Psikologi : Ilmu mengenai kejiwaan Manusia.
b.      Sosiologi : Ilmu mengenai Hubungan lingkungan antar manusia.
c.       Antropologi : Ilmu mengenai budaya dan etnis manusia.
d.      Psikologi Sosial :Ilmu mengenai hubungan kejiwaan manusia dengan lingkungan sosial antar manusia.
Karena ke 4 ilmu diatas membahas mengenai masalah manusia.
Disamping ke-4 ilmu diatas, maka keberhasilan pimpinan dallam melakukan pergerakan adalah seni manajemen (Art Mangement) dalam mempengaruhi bawahan dan mematuhi perintah-perintah yang diberikannya.
Manusia dalam hidup berkelompok mempunyai perbedaan dan persamaan seperti:
a.       Perbedaan :
                                                                                                   i.      Jenis kelamin
                                                                                                 ii.      Usia
                                                                                                iii.      Pengalaman
                                                                                               iv.      Agama
                                                                                                 v.      Perbedaan kepentingan
b.      Persamaan :
                                                                                                   i.      Persamaan kebutuhan untuk makan dan minum
                                                                                                 ii.      Kelanjutan keturunan
                                                                                                iii.      Keamanan


Ada beberapa ahli yang menulis tentang prilaku manusia antara lain:
1.       Elton Mayo dan Fritz Roothlis Berger
Tentang teori aturan Science.
Hasil penelitian tentang manusia dan pekerjaan menyimpulkan:
a.       Masalah manusia hanya dapat diselesaikan secara manusiawi bila menggunakan data data dan alat alat kemanusiaan pula.
b.      Moral atau semangat kerja lebih besar pengaruhnya terhadap produktivitas para pekerja.
Moral adalah suatu keadaan yang berhubungan erat sekali dengan kondisi mental seseorang.
c.       Perlakuan yang baik/wajar terhadap para karyawan lebih besar pengaruhnya terhadap produktifitas dari pada tingkat upah yang sesuai, walaupun upah merupakan hal yang penting.

2.       Douglas Mc. Greger
Membedakan dua teori dasar mengenai tingkah laku manusia yang dikenal dengan teori X dan Y.
Teori X beranggapan bahwa:
a.       Rata rata karyawan itu malas dan tidak bekerja.
b.      Umumnya karyawan tidak berambisi dan menghindari tanggung jawab.
c.       Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah, dan dikendalikan.
d.      Karyawan lebih memntingkan diri sendiri dan tidak mepedulikan sasaran organisasi.

Tipe kepemimpinan Teori X  adalah pemimpin yang bersifat otoriter, seorang gaya pemimpinannya yang memaksa karyawannya untuk mencapai “Prestasi”.
Teori Y beranggapan bahwa:
a.       Rata rata karyawan rajin dan sesungguhnya bekerja dan bekerjasama wajarnya dengan bermain main dan beristirahat.
b.      Bekerja tidak perlu dihindari dan dipaksakan, banyak orang tidak betul dan merasa kesal jika tidak bekerja.
c.       Lazimnya karyawan dapat memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju,
d.      Karyawan selalu berusaha untuk mencapai sasaran organisasi dan pengembangan dirinya untuk mencapai sasaran itu.
Tipe kepemimpinan teori Y adalah  Demokrasi 
Gaya kepemimpinan teori Y adalah :
Menjaga Keseimbangan dan Kompromi




Dosen : Marius P. Angipora

Rangkuman Elemen Elemen Organisasi (Pengantar Manajemen)

ELEMEN ELEMEN ORGANISASI
Levitt (Scott, 1987) menyatakan bahwa terdapat 4 elemen internal dan satu faktor lingkungan dalam suatu organisasi. Faktor lingkungan tidak dibahas dalam kajian ini karena merupakan kajian tersendiri. Keempat elemen itu adalah
1.    Struktur sosial
Struktur organisasi menunjuk pada aspek yang teratur dan terpola dari hubungan-hubungan yang terjadi di antara suatu organisasi. Kingsley Davis mengkaitkan struktur organisasi dengan pengelompokan sosial yang secara analitis dapat dikelompokkan menjadi 2  yaitu struktur normatif dan struktur perilaku. Struktur normatif meliputi norma (norms), nilai-nilai (values), dan harapan-harapan peran (role expectations). Nilai merupakan kriteria yang digunakan untuk menentukan tujuan dari suatu perilaku, norma merupakan aturan umum yang mengarahkan perilaku menuju tercapainya suatu tujuan, dan peran (roles) adalah harapan atau ukuran evaluasi yang dipergunakan dalam menilai perilaku seseorang dalam suatu posisi tertentu.
Struktur  normatif adalah posisi sosial yang menunjuk suatu lokasi dalam suatu sistem hubungan sosial. Nilai, norma maupun peranan dalam  setiap pengelompokan manusia terorganisir secara sistematik  dan merupakan seperangkat kepercayaan yang relatif saling berkaitan, tidak saling bertentangan, serta mempengaruhi perilaku anggota masyarakat, termasuk anggota suatu organisasi.
Struktur perilaku menunjuk pada perilaku yang dilakukan oleh anggota masyarakat berupa aktivitas-aktivitas dan interaksi-interaksi yang pada tingkat tertentu mempunyai keteraturan.
Struktur normatif dan struktur perilaku tersebut pada dasarnya saling lepas, tetapi pada tingkat tertentu terdapat keterkaitan. Setiap kelompok sosial, termasuk juga dalam organisasi, selalu ditandai oleh adanya struktur normatif yang dapat dipahami dan dilaksanakan oleh anggotanya. Selain itu juga ditandai dengan adanya struktur perilaku yang menghubungkan anggotanya dalam suatu jaringan hubungan sosial yang umum atau pola aktivitas maupun pola interaksi. Hubungan kedua struktur ini merupakan struktur sosial dari suatu kolektivitas sosial.
Struktur sosial dalam organisasi menekankan pada segi pemahaman secara mendalam dari aturan yang ditunjukkan oleh perilaku anggota organisasi. Ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa setiap saat, ribuan bahkan jutaan orang melakukan tindakan dalam organisasi, tetapi semuanya tidak menghasilkan kekacauan maupun kebingungan, tetapi justru menghasilkan suatu tindakan yang teratur berdasar suatu aturan tertentu. Namun struktur sosial juga tidak kemudian berarti selalu ada dalam keselarasan dan keharmonisan. Konflik dan pertentangan senantiasa akan ada dan muncul dalam kehidupan berorganisasi. Meskipun demikian, tidak mengarah pada munculnya tindakan anggota yang brutal dan agresif, tetapi konflik itu melalui pola yang teratur pula. Tidak saja hanya keteraturan dan kemapanan tetapi ketegangan, penyimpangan dan perubahan dapat terjadi dalam organisasi.
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa dalam setiap organisasi, senantiasa terdapat struktur normatif yang terdiri dari nilai, norma, dan harapan peran. Terdapat pula struktur perilaku, yang terdiri dari aktivitas dan interaksi yang relatif teratur. Kedua struktur ini merupakan salah satu elemen penting dari setiap organisasi.

2.    Anggota
Anggota suatu organisasi adalah orang atau individu, yang  pada  tingkatan  yang  ber-beda-beda memiliki harapan memperoleh sesuatu, dengan memberikan suatu kontribusi bagi organisasi. Dari pernyataan ini terlihat bahwa sebenarnya ada hubungan timbal balik antara anggota suatu organisasi dengan organisasi itu sendiri. Anggota setiap organisasi pastilah mendapatkan yang bersifat material maupun yang bersifat non material dari organisasi yang diikutinya. Sebaliknya bagi organisasi, keikutsertaan seseorang itu memberikan konstribusi bagi keberadaan organisasi, paling tidak status keanggotaan yang dimiliki anggota menunjukkan bahwa organisasi itu memiliki eksistensi yang jelas.
Individu yang menjadi anggota dari beberapa organisasi sekaligus, demi memperluas dan memperdalam keterlibatannya dalam organisasi, maka akan sukar diperkirakan dalam organisasi mana sebenarnya paling berpartisipasi. Karakteristik demografis dari anggota suatu organisasi memiliki konsekuensi yang penting pada beberapa aspek organisasi, terutama pada segi struktur dan fungsi organisasi. 

3.   Tujuan
Tujuan organisasi merupakan elemen yang penting dalam organisasi karena akan memudahkan dalam mempelajari organisasi, tetapi ada sebagian ahli tidak menganggap penting untuk mengetahui tujuan organisasi. Sosiolog kelompok behaviorisme menganggap tidak penting tujuan organisasi karena yang sebenarnya mempunyai tujuan adalah para anggotanya.  Kelompok kolektivisme menyatakan bahwa individu itu tunduk pada aturan organisasi sehingga organisasi dapat memaksa individu untuk tunduk pada aturan organisasi, termasuk memaksa mereka dalam mencapai tujuan organisasi.
Tujuan organisasi merupakan suatu titik pusat yang penting dalam melakukan analisa terhadap fenomena organisasi. Tujuan organisasi secara tentatif didefinisikan sebagai suatu konsepsi dan hasil yang diinginkan.

4.    Teknologi
Perhatian tentang  teknologi dalam  organisasi  mengacu  pada  organisasi  sebagai  tempat berbagai pekerjaan dilakukan, atau sebagai lokasi memanfaatkan transformasi energi, tempat mekanisme proses peralihan dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Penggunaan Teknologi di dalam organisasi dapat memudahkan para anggota untuk dapat melakukan kegiatan kegiatan dalam organisasi sehingga dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien atau efektif.

ELEMEN-ELEMEN ORGANISASI MENURUT  HENRY MINTZBERG
1.       THE OPERATING CORE
Para pegawai yang melaksanakan perkerjaan dasar ynag berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa.

2.       THE STRATEGIC APEX
Manajer tingkat puncak yang diberi tanggung jawab organisasi secara keseluruhan.

3.       THE MIDDLE LINE
Para manajer yang menjadi penghubung antara THE OPERATING CORE dengan  THE STRATEGIX APEC.

4.       THE TECHNOSTRUCTURE
Para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi.

5.        THE SUPPORT STAFF
Orang orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada  organisasi.




Dosen : MARIUS  P.  ANGIPORA

Senin, 09 Desember 2013

08.PENGORGANISASIAN (PENGANTAR MANAJEMEN)

PENGORGANISASIAN


Kata
Pengorganisasian berasal dari kata organisasi.
Kata organisasi memiliki 2 pengertian umum yaitu:
1.       Organisasi menendakan suatu lembaga atau kelompok fungsional :
Contoh : perusahaan, rumah sakit, lembaga lembaga pemerintah, dsb.
( organisasi sebagai tools of management )
2.       Organisasi berkenaan dengan proses pengorganisasian, yakni sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien atau efektif.
( Organisasi sebagai Function of Management )

Organisasi merupakan hal yang statis yang menggambarkan pola-pola, skema, bagan-bagan yang menujukan garis perintah, hubungan hubungan yang ada dan yang lain lain.
Dengan demikian organisasi hanya merupakan “alat” atau “wadah” tempat manajer melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pengertian Organisasi :
1.       Menurut Chester I. Bernard :
Organisasi adalah suatu sistem mengenai usaha usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

2.       Menurut James D. Mookey :
Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu maksud bersama.

Pengertian PENGORGANISASIAN :
Pengertian pengorganisasian memiliki beberapa pengertian lain:
1.       Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yg paling efektif sumber daya –sumber daya keuangan, fisik, bahan baku dan tenaga kerja organisasi.
2.       Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan kegiatannya dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seseorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota kelompoknya.
3.       Pengorganisasian itu menunjukan hubungan hubungan antara fungsi fungsi, jabatan jabatan, tugas tugas, dan para karyawan.
4.       Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

Ada 3 hubungan dasar dalam hubungan formal:
1.       Tanggung jawab
2.       Wewenang
3.       Pertanggung jawaban

Langkah langkah pengorganisasian :
1.       Mempelajari sebuah pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan.
2.       Membagi beban kerja kedalam aktifitas yang secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang.
3.       Mengkombinasikan pekerjaan anggota perusahaan dalam cara logis dan efisien.
4.       Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis.
5.       Memantau efektifitas organisasi dan pengambilan langkah langkah penyesuian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektisitas.

Keuntungan adanya pengorganisasian yang baik:
1.       Dapat terjalin pola hubungan yang baik dalam organisasi,  antar anggota organisasi, sehingga akan mempermudah pencapaian tujuan organisasi.
2.       Setiap anggota organisasi dapat mengetahui dengan jelas tugas dan kewajiban serta tanggung jawabnya.
Elemen Pengorganisasian:
Menurut Grifin:
Membagi elemen organisasi atas 6:
1.       Merangcang pekerjaan
a.       Spesialisasi pekerjaan
b.      Keuntungan dan keterbatasan dalam spesialisasi
c.       Alternatif dalam spesialisasi
2.       Mengelompokkan pekerjaan
a.       Rasionalisme departement
b.      Dasar umum departelisasi
                                                               i.      Fungsional
                                                             ii.      Produk
                                                            iii.      Pelanggan / pasar :
1.       Pasar konsumen
2.       Pasar reseller :
a.       Pedagang Besar
b.      Grosir
c.       Distributor
d.      Pengecer
3.       Pasar Industri/Bisnis
4.       Pasar Pemerintah
5.       Pasar International
                                                           iv.      Departementalisasi atau Departemtasi adalah suatu proses penentuan  cara bagaimana kegiatan kegiatan dikelompokan.
Ada beberapa bentuk departementalisasi yang dibentuk atas dasar:
1.       Fungsi : pemasaran, produksi, keuangan.
2.       Produk dan Jasa : divisi elektronik, automotif.
3.       Wilayah : divisi DKI, JABAR
4.       Langganan : Penjual, konsumen, Pemerintah
5.       Peralatan
6.       Waktu : Shift dan jam kerja
7.       Pelayanan
8.       Proyek & Matriks
3.       Menciptakan Hubungan Pelaporan
a.       Rantai  Komando
b.      Organisasi bertingkat di oprasional datar
c.       Menentukan Rentan yang sesuai
4.       Mendistribusikan Ototitas
a.       Proses Pendelegasian
                                                               i.      Alasan Pendelegasian
                                                             ii.      Bagian proses pendelegasian
                                                            iii.      Masalah Masalah Dalam Proses Pendelegasian
b.      Desentralisasi dan Sentralisasi
5.       Mengkoordinasikan Aktivitas
6.       Membedakan Berbagai Posisi



Dosen : Marius P Angipora

Senin, 25 November 2013

07. PERENCANAAN STRATEGIK

Perencanaan Strategik

Perencanaan strategis dapat diartikan perencanaan yang sifatnya jangka panjang.
Perencanaan Strategik adalah proses pemilihan tujuan tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijakan dan program strategik yang diperlukan untuk tujuan tujuan tersebut, dan penetapan metode metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijakan telah diimplementasikan.
3 alasan pentingnya perencanaan strategik:
1.       Perencanaan strategik memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk bentuk perencanaan lainnya harus diambil.
2.       Pemahaman terhadap perencanaan strategik ini akan mempermudah pemahaman bentuk bentuk perencanaan lainnya.
3.       Perencanaan strategik sering merupakan titik permulaan bagi pemahaman dan penilaian kegiatan kegiatan manajer dan organisasi.


Hierarki Rencana Strategik




BERBAGAI KEBAIKAN DAN KEBURUKAN RENCANA STRATEGIK

A.      KEBAIKAN
1.       Memberikan pedoman yang konsisten bagi kegiatan kegiatan organisasi
2.       Melalui perencanaan strategiik, para manajer akan memberikan kepada organisasi tujuan tujuan yang dirumuskan secara jelas dan metode metode bagi pencapaian tujuan.
3.       Organisasi mempunyai sasaran dan pengenalan yang jelas
4.       Perencanaan strategik membantu manajer mengantisipasi masalah masalah yang timbul dan menanganinya sebelum menjadi lebih berat.
5.       Perencanaan strategik dapat memunimalkan kemungkinan kesalahan karena tujuan atau sasaran dari strategi diramalkan dengan sangat cepat.
B.      KELEMAHAN
1.       Perencanaan strategik memerlukan investasi dalam waktu, uang dan orang yang cukup besar.
2.       Memakan waktu bertahun tahun agar berfungsi dengan lancar, sehingga dapat kehilangan kesempatan.



Dosen : Marius P Angipora

Kamis, 24 Oktober 2013

Perencanaan (Pengantar Manajemen-05)

Perencanaan
1.       Menurut Hani Handoko:
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya, apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
2.       Menurut Stooner :
Rencana itu perlu dilakukan dengan Metode dan Strategi (kapan, bagaimana, oleh siapa).
3.       Menurut harold koontz dan Cyrit Ooonel :
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan kebijakan, prosedur, program, dari alternatif yang ada.
4.       Menurut Louis A. Allen:
Perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Apabila dikaitkan dengan fungsi fungsi yang lainnya, maka fungsi perncanaan merupakan dasar pokok dari semua fungsi fungsi manajemen. Selanjutnya agar dalam menyusun perencanaan itu mantap, maka sebelumnya harus dapat di jawab pertanyaan pertanyaan yang dapat disebut prinsip “ 5W1H”, yaitu:

-          What
Apa yang akan dikerjakan itu dan tujuannya?
-          Why
Mengapa Harus dikerjakan?
-          When
Kapan / Bilamana akan dikerjakan?
-          Where
Dimana harus dikerjakan?
-          Who
Siapa yang akan mengerjakan?
-          How
Bagaimana mengerjakannya?








Manfaat Perencanaan

1.       Mendorong pola berpikir yang sistimatis dari manajemen.
2.       Penuntun koordinasi atas kegiatan perusahaan dengan lebih baik.
3.       Penuntun pengembangan tolak ukur untuk pengendalian.
4.       Memungkinkan perusahaan memperjelas sasaran dan kebijakaanya.
5.       Memungkinkan adanya kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap perkembangan yang tiba tiba.
6.       Memberikan satu pengertian yang lebih gamblang kepada eksekutif mengenai tanggung
Jawab diantara mereka dan hubungannya satu sama lain.


Perkembangan Perencanaan Formal Dalam Organisasi
                Sistem perencanaan cenderung bergerak melalui tahap tahap yang terdiri dari:
1.       Tahap tak berencana.
2.       Tahap sistem penganggaran.
3.       Tahap perencanaan tahunan.
4.       Tahap perencanaan jangka panjang.
5.       Tahap perencanaan strategik.




TAHAP TAHAP DASAR PERENCANAAN :
Pada dasarnya bahwa semua kegiatan perencanaan sekurang-kurangnya perlu melalui 4 Tahap kegiatan, yaitu:
1.       Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan
      Bahwa perencanaan baru dimulai dengan menetapkan keputusan keputusan tentang kebutuhan dan keinginan oranisasi yang akan dicapai.

2.       Merumuskan keadaan saat ini.
      Perumusan tentang keadaan saat ini didasarkan pada posisi perusahaan pada saat ini didasarkan pada posisi perusahaan pada saat ini dan tujuan yang hendak dicapai berdasarkan sumber daya yang tersedia.
      Kondisi yang dihadapi perusahaan perlu di analis secara mendalam untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.
      Disamping itu, pada tahap ini sangant diperlukan  data dan informasi yang di dapat melalui komunikasi internal organisasi.

3.        Mengindetifikasi segala kemudahan dan habatan.
      Pada umumnya setiap perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan dimana hal tersebut perlu diidentifikasi secara rinci dan obyektif untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.


4.       Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.




Dosen : Marius P. Angipora

Sejarah Perkembangan Manajemen (Pengantar Manajemen-04)

Sejarah Perkembangan Manajemen

1.       Menurut Stephen P Robbins, ada 2 kejadian penting yang merupakan tonggak sejarah perkembangan ilmu manajemen:
A.      Pada tahun 1776, Adam Smith menerbitkan karyanya yang berjudul The Wealth of Nation, dimana dalam tulisan itu ia menggagas manfaat yang dapat diperoleh organisasi dan masyarakat pada umumnya dari penerapan pembagian kerja (division of labor) atau spesialisasi kerja yaitu, pemisah-misahan tugas dan tanggungjawab ke dalam bidang bidang yang sempit dan khusus, serta dilakukan secara berulang-ulang.
B.      Revolusi Industri, dimulai pada akhir abad ke-18, ketika tenaga mesin telah menggantikan tenaga manusia,perusahaan mendapat bahwa lebih ekonomis untuk memproduksi barang di pabrik ketimbang di rumah. Maka pabrik pabirk besar membutuhkan tenaga manusia untuk meramal permintaan barang, dan mengatur organisasi dalam kegiatan harian pabrik. Atas dasar inilah pengelola organisasi membutuhkan acuan teori-teori formal sebagai panduan menjalankan organisasi secara efektif. Namun baru pada tahun 1900-an baru dikembangkan teori teori semacam itu.


2.       PENDEKATAN KLASIK
Pendekatan klasik adalah kajian awal manajemen yang berfokus pada rasionalitas dan berusaha menjadikan organisasi dan para pekerja berfungsi seefisien mungkin.
Dua Teori utama Pendekatan Klasik, yaitu:
A.      Manajemen ilmiah
Menurut Frederick W. Taylor Manajemen Ilmiah adalah Penggunaan metode metode Ilmiah guna mendefinisikan satu cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Prinsip Prinsip Manajemen Ilmiah Taylor:
1.       Mengembangkan sebuah pendekatan ilmiah untuk tiap tiap unsur dalam sebuah pekerjaan untuk menggantikan metode lama yang didasarkan pada kebiasaan.
2.       Secara ilmiah memilih pekerjaan yang paling tepat,kemudian melatih, mendidik, dan membina pekerjaan tersebut.
3.       Bekerja sama secara bersungguh sungguh dengan para pekerja demi memastikan bahwa mereka menjalankan semua tugas sesuia dengan aturan aturan kerja yang telah dikembangkan secara ilmiah.
4.       Membagi beban kerja dan bertanggung jawab secara hampir merata diantara manajemen dengan para pekerja. Para manajer harus mengerjakan tugas tugas yang memang lebih cocok untuk dikerjakan oleh pihak manajemen perusahaan.

B.      Teori Administrasi umum
Teori Administrasi umum adalah teori yang lebih menitikberatkan pada apa yang dikerjakan seorang manajer dan praktik-praktik manajemen yang baik.
Henri Fayol mengembangkan 14 prinsip manajemen, yaitu aturan aturan dasar manjemen yang dapat diterapkan pada segala bentuk organisasi dan diajarkan pada sekolah sekolah.
Empat belas prinsip manajemen FAYOL:
1.       Pembagian Kerja
2.       Kewenangan
3.       Disiplin
4.       Kesatuan perintah
5.       Kesatuan arahan
6.       Penundukan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum
7.       Remunerasi (imbalan jasa)
8.       Pemusatan
9.       Rantai skalar (garis kewenangan manajer puncak hingga pekerja terbawah organisasi merupakan rantai skalar/rantai komando)
10.   Keteraturan
11.   Keselayakan (para manajer harus bersikap secara pantas dan adil kepada bawahannya)
12.   Kestabilan posisi dan jabatan karyawan
13.   Inisisatif
14.   Semangat kerja atau semangat kekeluargaan (esprit de corps)

Max Weber mengembangkan teori mengenai struktur otoritas yang disebut BIROKRASI, yaitu suatu bentuk organisasi yang dicirikan adanya pembagian kerja (division of labor)yang jelas, hierarki kepemimpinan yang tegas,arahan-arahan dan aturan-aturan yang lugas, secara individu yang tidak bersifat pribadi. Birokrasi ala Weber harus bercirikan :
1.       Pembagian kerja
2.       Hierarki kewenangan
3.       Pemilihan formal
4.       Arahan dan peraturan formal
5.       Impersonalitas
6.       Orientasi karier

3.       PENDEKATAN KUANTITIF
Pendekatan kuantitif adalah penggunaan teknik teknik kuantitif untuk membantu proses pengambilan keputusan atau biasa di sebut manajemen sains. Pendekatan ini meiibatkan penggunaan statiskita, model-model optimasi,model-model informasi,simulasi komputer, dan berbagai teknik kuantitif lainnya dalam aktifitas manajemen.

Manajemen mutu total adalah sebuah flsafah manajemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya upaya perbaikan secara terus menerus dan kemampuan dengan cepat menjawab berbagai kebutuhan dan harapan pelanggan.

4.       PENDEKATAN PRILAKU
Perilaku organisasi adalah bidang studi yang khusus mempelajari secara mendalam tindakan-tindakan / prilaku orang bekerja dalam sebuah organisasi.








5.       PENDEKATAN KONTEMPORER
Pendekatan kontemporer adalah ilmu manajemen yang mempelajari hal-hal yang terjadi di lingkungan  di luar batas organisasi. Pendekatan Manajemen Kontemporer terdiri dari dua teori yaitu:
a.       Teori Sistem
Teori sistem adalah salah satu teori dasar di dalam ilmu fisika, yang di masa lampau belum pernah di terapkan di dalam organisasi-organisasi manusia. Teori sistem ini tebagi dua, yaitu:
1.       Sistem tertutup, adalah sebuah sistem yang tidak dipengaruhi dan tidak pula berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
2.       Sistem terbuka, adalah sistem yang dipengaruhi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
b.      Pendekatan situasional
Pendekatan situasional adalah cara bagi sebuah organisasi untuk mengahadapi atau mengatisipasi situasi-situasi yang berbeda yang membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda pula.
Variabel variabel situasional yang populer menurut Stephen P Robbins:
1.       Ukuran organisasi.
2.       Teknologi untuk pekerjaan pekerjaan rutin.
3.       Ketidakpastian lingkungan.
4.       Perbedaan-perbedaan Individu.



 Dosen : Marius P Angipora