Minggu, 03 November 2013

02. Kontak dan Interaksi Sosial (Manajemen Budaya)

Interaksi Sosial
Konsep Kontak Sosial:
1.       Kontak sosial adalah keadaan ketika seseorang berhubungan dengan orang lain.
2.       Kontak sosial terjadi pada beragam situasi, di tempat kerja, di lingkungan tempat tinggal, di sekolah, di pasar, dan di manapun ketika manusia bertemu dengan manusia lain.

Tingkatan Kontak Sosial:
1.       Co-presence, level minimum ketika seseorang memberikan signal menandakan keberadaannya dalam masyarakat
2.       Focused, hubungan ketika manusia mulai bekerjasama dan menjalin transaksi dalam bentuk komunikasi.

Pengertian Interaksi Sosial:
1.       Ketika kontak sosial terjadi lebih intensif maka hubungan tersebut beralih menjadi interaksi sosial.
2.       Interaksi sosial adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. .

Komponen Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial:
1.       Hubungan interpersonal - motivasi
2.       Sasaran –tujuan interaksi sosial
3.       Aturan – nilai yang dianut dalam masyarakat
4.       Peranan – tugas, tanggungjawab dan hak
5.       Komunikasi – verbal dan non-verbal
6.       Perilaku – tindakan atau sikap yang wajar
7.       Konsep – prinsip dan filosofi
8.       Lingkungan – kondisi ruang, waktu, suasana
9.       Kemampuan dan Keterampilan – motorik, memori dan bahasa

Bentuk Kontak Sosial Dalam Pariwisata:
1.       Tuan rumah atau penyedia jasa (host) – Wisatawan atau pengguna jasa (tourist)
2.       Wisatawan – Wisatawan
3.       Wisatawan – Wisatawan Potensial
4.       Penyedia jasa – Pemasok

Kapan Kontak Sosial Terjadi?
1.       Wisatawan memiliki kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri.
2.       Wisatawan membeli barang atau jasa dari masyarakat setempat.
3.       Wisatawan dan penduduk sama-sama melakukan kegiatan wisata di daerah tujuan wisata.
4.       Keduanya melakukan transaksi atas produk barang atau jasa serta pertukaran informasi.



Faktor Yang Mempengaruhi Kontak Dan Interaksi Sosial
1.       Temporal - waktu, bagian peran yang dimainkan oleh wisatawan dan tuan rumah, dan lainnya.
2.       Spatial - ruang fisik, jarak, posisi, aturan sosial dan lainnya.
3.       Komunikasi - bahasa, tingkah laku non verbal, dan lainnya.
4.       Budaya - perbedaan nilai, persepsi, sikap dan lainnya.

Kekagetan Budaya
                Culture Shock atau Gegar Budaya atau keterkejutan budaya menggambarkan kondisi di mana seseorang mengalami pengalaman tertekan, khawatir dan ketakutan karena ia tidak mampu mengikuti (kehilangan) pemahaman terhadap tanda dan simbol dalam interaksi sosial seperti kebiasaan, isyarat, ekspresi wajah dan percakapan.
Bentuk Kekagetan Budaya 
1.       Role shock -  muncul ketika seseorang tidak memiliki pengetahuan tentang aturan berperilaku
2.       Languange shock – muncul ketika seseorang tidak biasa dengan bahasa dan tidak mampu berkomunikasi dengan lancar
3.       Transition shock – reaksi negatif terhadap perubahan lingkungan baru
4.       Re-entry shock – masalah emosi dan fisik ketika kembali ke kampung halaman
5.       Culture fatique – kelelahan yang muncul ketika beradaptasi di lingkungan baru

Tanda-tanda Culture Shock
1.       Kebingungan
2.       Perasaan penat oleh informasi yang overload
3.       Perasaan marah dan bermusuhan dgn orang-orang sekitar (masyarakat setempat)
4.       Over-reaction bahkan iritasi minor menimbulkan marah atau tangisan yang berlebihan
5.       Kurang konsentrasi
6.       Kesalahan pembuatan keputusan dan penilaian yang buruk
7.       Kelelahan yang berlebihan
8.       Disorientasi
9.       Kekhawatiran
10.   Insomnia
11.   Apatis
12.   Depresi atau menarik diri dari pergaulan
13.   Over-dependen pada mereka yang berasal dari negara asal yang sama
14.   Gagal bertindak atau immobilisasi
15.   Selalu berharap pulang ke rumah
16.   Phobic behaviour
17.   Tidak mampu membuat keputusan

Culture shock muncul dalam:
1.       Makanan & minuman
2.       Kebiasaan (habits)
3.       Greeting dan percakapan sehari-hari
4.       Praktek keagamaan
5.       Cara belajar mengajar
6.       Sikap terhadap otoritas
7.       Lansekap
8.       Iklim
9.       Bau-bauan (smell)
10.   Perkotaan & bangunan
11.   Transportasi
12.   Biaya hidup
13.   Gesture
Kesimpulan
1.       Konsep kontak sosial dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara wisatawan dan tuan rumah atau masyarakat setempat.
2.       Keragaman dan intensitas interaksi sosial memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap wisatawan dan masyarakat.
3.       Pengaruh budaya dalam interaksi sosial adalah penting terutama di dalam industri pariwisata, industri yang sarat dengan suasana antar budaya dan lintas budaya.
4.       Wisatawan dan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda dapat mengalami kesulitan saat mereka berinteraksi yang bisa menyebabkan gegar budaya.

Apakah aspek penting dalam kontak sosial?
Tuliskan lima aspek kemampuan utama dalam interaksi sosial
1.       Percaya diri                        
2.       Toleransi
3.       Persepsi atau citra                          
4.       Nyaman dg perbedaan
5.       Bahasa                 
6.       Perasaan bernilai
7.       Menerima perbedaan                  
8.       Pengetahuan
9.       Keterbukaan                     
10.   Keterampilan
11.   Lintas budaya                   
12.   Stereotipe
13.   Prasangka                          
14.   Nasionalisme


Dosen : Ismayanti (©maya.syahrial 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar